Valve selaku penyelenggara turnamen kelas dunia Dota Pro Circuit Winter Tour Major 2022 (DPC 2022) resmi membatalkan event tersebut akibat ancaman pandemi Covid-19 gelombang baru, dan perusahaan game tersebut mendapakan protes keras dari pemain pro.

Bukan hanya pemain pro esports Dota saja yang angkat suara, bahkan sampai broadcast talent, content creator, dan fans juga ikut serta dalam penolakan keputusan tersebut.

Akar permasalahan dari protes tersebut ternyata berasal dari cara Valve dalam mengumumkan pembatalan event tersebut, yaitu hanya melalui blog post dan tidak melalui kanal resmi.

Bahkan pihak terkait seperti tim esports dan pelatihnya tidak mendapatkan informasi sama sekali sebelum keputusan tersebut diambil, sehingga membuat keresahan untuk beberapa kalangan, terutama untuk tim yang berada di daerah dengan kondisi sulit mendapatkan izin perjalanan keluar negara.

Minimnya komunikasi tersebut memang diakui pemain pro dan pihak terkait sebagai masalah besar pihak Valve sejak lama, karena Valve tidak menganggap Dota sebagai komoditas yang menghasilkan keuntungan besar.

Alhasil, kekecewaan dari pihak tim, pelatih, broadcaster, content creator, dan fans menjadi memuncak; bahkan beberapa pemain pro juga berpikiran untuk pensiun dari Dota.

Walaupun akhirnya pihak Valve memberikan pernyataan berisi permintaan maaf akan kurangnya komunikasi tersebut, Valve masih belum memberikan opsi baru untuk menggantikan turnamen besar berhadiah $500 ribu tersebut.(*)

Sumber: Dot Esports