Pemain Fortnite di seluruh dunia dikejutkan dengan ketidak mampuan mereka untuk bermain di tengah masa liburan akhir tahun ini, dan terpaksa menunggu hingga beberapa jam kemudian server kembali hidup.

Ternyata matinya server tersebut bukan karena serangan hacker atau DDoS, melainkan karena serangan banyaknya pemain yang ingin bertempur, sehingga membuat stabilitas server menjadi melemah.

Akibatnya, banyak akun pemain yang mengalami masalah ketika ingin masuk ke dalam game hingga kesulitan matchmaking, sehingga pihak Epic Games memutuskan untuk mematikan server selama beberapa jam.

Tampaknya meningkatnya kepopuleran Fortnite setelah memasuki chapter baru, menggunakan engine Unreal 5, hingga adanya fitur bergelantungan di gedung layaknya Spider-man membuat jumlah pemain baru membludak.

Guna meredam ketidakpuasan pemain karena tidak bisa bermain selama beberapa jam tersebut, Epic Games menjanjikan akan berikan kompensasi nanti.(*)

Sumber: Destructoid

See also  Puncak Acara Esports Unite Awards 2021 Akan Digelar!