Program anti cheat terbaru untuk Call of Duty, Ricochet, dikabarkan bocor ke tangan developer program cheat.

Berita ini seharusnya merupakan kabar buruk untuk developer game action tersebut, tetapi anehnya Activision justru santai saja menanggapinya.

Adanya kebocoran tersebut diketahui pertama kali oleh grup Twitter yang mendedikasikan diri untuk mengumpulkan info tentang cheat guna mencegah penyebarannya, bernama Anti-Cheat Police Departement.

Menurut informasi lebih lanjut, developer program cheat P2C (Pay-to-Cheat) saat ini sedang membongkar Ricochet yang mereka dapatkan.

Namun menurut Activision berbicara melalui Vice, jatuhnya Ricochet ke tangan developer cheat bukan kebocoran, karena program anti cheater tersebut masih aman di tangan Activision.

Ternyata yang didapatkan oleh developer cheat adalah versi pre-release dari Ricochet, yang digunakan untuk pengetesan melalui pihak ketiga.

Jadi Ricochet versi non-release ready aman di tangan Activision, yang berisi program komplit dari penjaring cheater terbaru untuk Call of Duty tersebut.

See also  Valve Diprotes Pemain Pro Akibat Batalkan Dota Major 2022

Apakah developer cheat mendapatkan keuntungan dari versi pre-release tersebut? Mungkin demikian, tetapi menurut Activision hal itu tidak signifikan sehingga mampu membongkar tembok pertahanan Ricochet.

Ricochet akan dirilis bersamaan dengan Call of Duty: Vanguard pada 5 November 2021, dan Warzone akan menyusul setelahnya.(*)

Sumber: PCGamer