Mode multiplayer Halo Infinite saat ini dibayangi oleh ancaman cheater dengan jumlah yang banyak, dan pemain meminta developer game ini untuk kemampuan untuk mematikan fitur Crossplay guna menghindari gangguan cheater tersebut.

Beragam bentuk cheat, mulai dari wall hack sampai auto aim telah dilaporkan melalui media sosial, dan saat ini mayoritasnya berasal dari pemain yang menggunakan PC sebagai medium bermain.

Akibatnya, pemain Xbox yang terhubung dengan cheater melalui fitur Crossplay menjadi korban dari kecurangan tersebut, dan game ini tidak memberikan opsi untuk mematikan fitur yang menghubungkan kedua platform tersebut.

Fitur Crossplay tersebut juga menjadi kecemasan tersendiri bagi pemain di console, karena ketika mereka matchmaking biasanya pemain console memilih untuk diadu dengan pemain yang menggunakan controller pula, karena melawan pemain dengan mouse dan keyboard membuat permainan menjadi tidak adil.

Namun opsi tersebut justru membuat proses matchmaking menjadi sangat lama, padahal bila dari awal pemain console diadu dengan pemain console saja, maka waktu mencari lawannya menjadi lebih singkat.

Langkah serupa juga diambil oleh pemain console di game multiplayer lain, seperti Call of Duty: Warzone, yang mematikan opsi fitur Crossplay demi menghindari cheater dari pemain PC dan bisa lebih menikmati permainan tanpa kecurangan.

Apakah 343 selaku developer Halo Infinite akan mengambil langkah serupa seperti Warzone masih belum diketahui, dan ancaman cheater di game multiplayer free-to-play merupakan hal yang sulit dibasmi; terlihat dengan usaha keras Call of Duty sampai membuat anti cheat yang kuat seperti Ricochet.(*)

Sumber: Eurogamer