Kebijakan negara China terhadap video game bisa dikatakan yang terketat di dunia, dan kali ini negara tirai bambu tersebut berikan aturan baru untuk konten di dalam game.

Setelah sebelumnya negara tersebut keluarkan aturan untuk membatasi jam main game online untuk anak-anak dan pengenalan login game berbasis muka, kini konten yang dianggap tidak mengikuti moral negara tersebut ikut diikat.

Aturan tersebut diberitakan oleh South China Morning Post, berdasarkan bocoran memo internal pemerintah China, yang mengharuskan semua permintaan lisensi judul game baru menaati moral, mencerminkan sejarah dan filosofi China.

Artinya, industri game di China tidak boleh memasukkan konten berisikan pelanggaran hukum, membocorkan rahasia negara, kepercayaan yang tidak sesuai, menjunjung kekerasan, kisah yang salah mengenai sejarah dan tokoh di dalamnya, serta memberikan sugesti untuk menyakiti diri.

Namun yang paling ketat dari semua pembatasan tersebut adalah fitur pilihan di dalam cerita dan seksualitas.

Menurut memo tersebut, pemerintah China tidak ingin game memberikan pilihan untuk pemainnya, apakah ingin menjadi baik atau jahat, dan juga memperlihatkan penyimpangan seksualitas.

Kode moral tersebut bisa jadi akan semakin menyulitkan posisi pengembang game di negara China, yang belakangan ini naik daun dengan membuat game dengan visual grafis mewah, seperti Black Myth Wukong.(*)

Sumber: Destructoid