Akibat penyalahgunaan glitch atau kerusakan sistem, Electronic Arts (EA) selaku pengembang game FIFA 22 menghukum lebih dari 30 ribu pemain dengan memblok akses bermain selama seminggu.

Manipulasi glitch di FIFA 22 tersebut terjadi pada minggu lalu, yang memberikan penggunanya akses untuk meninggalkan pertandingan di mode Ultimate Team tanpa dihitung kalah.

Glitch ini mereka gunakan ketika bertemu tim yang kuat dan akan kalah, supaya bisa mendapatkan rekor menang kalah 20 – 0 dan mendapatkan hadiah.

Berita mengenai glitch ini akhirnya meluas dan pemain beramai-ramai menggunakannya, menyebabkan jatuhnya harga di transfer market dan banyak pemain yang rugi.

Walaupun EA telah memberikan hukuman ban selama seminggu, ada suara yang merasa hukuman tersebut terlalu ringan.

Memang waktu hukuman tersebut bersamaan dengan Weekend League yang mengadu pemain dalam final kejuaraan, sehingga pemain yang dihukum tidak bisa ikut andil.

See also  Lebih Dari 2000 Cheater Dihukum Tak Bisa Main Di Apex Legends

Namun argumen tersebut dianggap tidak memberatkan, karena pemain yang berbuat curang tidak memiliki kemampuan untuk bermain di kelas tinggi, terbukti dengan digunakannya glitch tersebut.

Sedangkan hadiah yang didapatkan oleh pemain tersebut tidak dicabut oleh EA, dan mereka bisa menikmatinya setelah masa ban berakhir.(*)

Sumber: Eurogamer