Bila kamu adalah salah satu gamer yang ingin membeli console generasi baru seperti PS5, maka kamu pasti merasakan dampak menipisnya stok barang yang dijual selama setahun ini.

Ternyata, menipisnya stok produk tersebut merupakan dampak langsung dari tidak mampunya Toshiba untuk menyediakan chip baru. Bukan hanya membuat console baru sulit dibeli, harganya juga jadi melambung tinggi.

Chip bersangkutan merupakan Power Regulator, atau chip yang mengatur pergerakan listrik di dalam mesin yang menggunakannya. Tanpa adanya chip tersebut, maka console tidak dapat digunakan.

Menurut pernyataan Toshiba melalui Bloomberg, perusahaan produser chip tersebut tidak bisa memenuhi permintaan produksi hingga September 2022 mendatang. Bukan hanya untuk console saja, tetapi juga untuk mesin di otomotif dan beragam lini lain.

Bahkan untuk beberapa konsumennya, Toshiba mengatakan pemenuhan chip tersebut bisa mundur hingga 2023 nanti.

Penyebab utama dari masalah ini karena kurangnya bahan dasar pembuat chip yang tersedia dan begitu banyaknya permintaan untuk tahun ini.

Walaupun Sony menyatakan yakin bisa menjual 14,8 juta unit PS5 pada tahun fiskal ini, tetapi kenyataannya produksi PS5 di April hingga Juni 2021 tertinggal dibandingkan PS4.

Bukan hanya Sony, Nintendo juga terkena dampaknya dan tidak mampu memenuhi permintaan konsumennya; meskipun Switch ditargetkan terjual 25,5 juta unit di tahun fiskal ini.

Produsen juga tidak bisa begitu saja mengganti chip yang digunakannya, karena desain produknya telah dirancang berdasarkan chip power regulator dari Toshiba.

Pabrikan console juga mulai berencana untuk mengambil langkah radikal, yaitu dengan mengubah struktur main board dari produknya supaya bisa menggunakan chip selain Toshiba.

Artinya, sampai setidaknya tahun depan, gamer yang ingin membeli PS5 dan Switch harus siap untuk membeli console dengan harga yang relatif tinggi.(*)

Sumber: Bloomberg