Bila berbicara mengenai ketegasan pemerintah kepada pembatasan bermain game online, maka negara China adalah juaranya. Contohnya adalah kebijakan terbaru pemerintah di negara tirai bambu tersebut untuk frekuensi main game online anak-anak.

Setelah sebelumnya membatasi frekuensi bermain game online anak dengan usia di bawah 18 tahun hanya satu setengah jam per hari, kini hanya boleh main satu jam di hari Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur saja.

Kebijakan yang ketat tersebut tentunya memengaruhi sektor lain yang bersinggungan langsung dengan game online, yaitu turnamen game. Akibatnya, beberapa turnamen besar harus rela menggeser tanggal penyelenggaraan, demi memfasilitasi peserta anak-anak.

Salah satunya adalah COD Mobile Masters China yang tahun ini memasuki season kedua. Jadwalnya terpaksa diubah menjadi 9 hingga 12 September dan 16 hingga 19 September.

Seperti apa nantinya jadwal main anak-anak yang berhasil lolos kualifikasi sudah pasti akan membuat pusing panitia turnamen tersebut.

Namun satu hal yang pasti, peserta yang lolos dari turnamen ini akan mendapatkan tempat di kejuaraan dunia COD Mobile World Championship Finals 2021.

Bila ada anak ajaib dengan skill dewa yang berhasil maju, apakah dia tetap harus mengikuti aturan ketat dari pemerintah China meskipun bertanding di negara lain?(*)

Sumber: Dot Esports