Besarnya uang crypto yang mengalir di dalam game berbasis NFT (Non Fungible Token) merupakan mangsa bagi hacker, seperti yang terjadi pada game Axie Infinity yang kehilangan hingga $617 juta, atau sekitar 8.8 trilyun Rupiah.

Besarnya uang crypto yang dicuri tersebut menjadikan kasus ini sebagai pencurian aset digital terbesar sepanjang sejarah, dan membuat keamanan NFT kembali dipertanyakan.

Pencurian tersebut terjadi karena adanya kesalahan manusia dari pihak Sky Mavis selaku developer game, sehingga hacker mampu memalsukan tanda tangan digital yang dibutuhkan untuk terjadinya pemindahan uang digital.

Pihak Sky Mavis pada November 2021 meminta bantuan dari pihak ketiga untuk mendistribusikan transaksi pemain, karena saat itu developer kewalahan dengan besarnya jumlah pemain.

Masalahnya, setelah bantuan selesai pihak developer tidak mencabut izin yang diberikan untuk mengatur transaksi melalui pihak ketiga, sehingga hacker mampu menggunakannya untuk mencuri.

See also  Sony Umumkan Playstation VR2 Di Pameran CES 2022

Untungnya, semua transaksi tersebut masih ada di dalam wallet hacker, dan Sky Mavis keburu membekukan semua transaksi sehingga uang trilyunan di dalam wallet tersebut hanya sekadar angka belaka.

Menariknya, pencurian tersebut terjadi pada 23 Maret 2022 dan pihak developer mengetahuinya pada 29 Maret 2022; selama beberapa hari itu sang hacker berbaik hati untuk tidak menarik sepeserpun uang yang dicurinya.(*)

Sumber: PC Gamer