Gamer yang memiliki monitor dengan layar super lebar seperti Ultra Wide sudah pasti sangat bangga dan puas, karena begitu banyak sudut pandang tersembunyi yang bisa dilihat, bila dibandingkan dengan gamer yang menggunakan monitor biasa.

Sayangnya, monitor kebanggaan mereka akan merusak pengalaman bermain di Diablo 2 Resurrected, remake dari game action RPG klasik yang dicintai banyak gamer di dunia.

Masalah besar ditemui ketika game yang masih dalam pengembangan ini menjalani masa technical alpha, yang merupakan masa tes guna mencari bug bagi developer.

Ternyata monitor dengan aspect ratio 21:9 yang biasa ditemui pada monitor Ultra Wide membuat game ini “dicurangi,” sehingga merusak permainan.

Pada monitor super lebar tersebut, musuh yang ada di ujung layar bisa ditembak oleh serangan jarak jauh, tetapi mereka tidak akan bereaksi dan mengejar pemain.

Jadi, pemain bisa membunuhi musuh di ujung layar tanpa perlu khawatir diserang, sesuatu yang berpotensi merusak pengalaman bermain baik sendiri maupun multiplayer.

Akhirnya, pihak pengembang game ini mengambil langkah untuk memangkas besar aspect ratio dari 21:9 menjadi 19:9, lebar yang masih unggul dibandingkan monitor standar yang hanya 16:9.

Nantinya pada monitor Ultra Wide akan ada blok hitam vertikal di ujung layar sebelah kanan dan kiri, karena pengurangan lebar tersebut.

Rasanya wajar saja masalah mendasar semacam ini muncul, karena Diablo 2 sendiri adalah game lawas berumur 21 tahun; dan proyek pemugaran ini tidak membangun Diablo 2 dari dasar.

Meski demikian, pemilik monitor Ultra Wide masih mendapatkan keuntungan, karena mereka dapat menyerang musuh lebih jauh dari biasanya, dan Damage per Second mereka juga tentunya lebih besar dibandingkan gamer dengan monitor biasa.(*)

Sumber: PC Gamer