Waspadalah! Hacker kini bukan hanya menyerang data perusahaan besar saja, melainkan merambah ke pencurian akun gamer melalui serangan trojan terbaru.

Dilansir dari laporan terbaru perusahaan antivirus Kaspersky, hacker menggunakan serangan trojan bernama BloodyStealer untuk menyusup ke dalam komputer guna mengeruk data akun game korbannya.

Peneliti di Kaspersky telah menemukan trojan BloodyStealer mencuri akun dari Steam, Epic Games, Bethesda, GOG, Origin, Telegram, dan VimeWorld.

Bukan hanya nama dan password akun saja, bahkan data sensitif lainnya seperti nomor kartu kredit juga diambil trojan tersebut untuk kemudian dijual di pasar gelap.

Cara penyusupan paling populer dari virus berjenis trojan biasanya melalui aplikasi atau game yang didownload melalui jalur non resmi, seperti pada torrent.

Kemudian, trojan yang menumpang masuk ke dalam komputer akan membuka jalur belakang yang tidak diketahui oleh antivirus, dan mengirim data sensitif ke hacker.

Saat ini, trojan BloodyStealer telah bergentayangan di Eropa, Amerika Latin, dan Asia Pasifik termasuk Indonesia dan sekitarnya.

Oleh karena itu, korban yang mendownload game secara ilegal, misalnya game bajakan, dan memiliki data akun gamer yang resmi di komputer sama memiliki resiko sangat besar untuk kecurian.

Ternyata trojan ini bukan satu-satunya pencuri akun gamer untuk dijual ke pasar gelap, membuktikan betapa berharganya akun gamer saat ini, dan perlu dijaga dengan maksimum melalui budaya download dan berinternet yang bersih.(*)

Sumber: Kaspersky